Modul 1 dan 2 Pengantar Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

 Modul 1. Hakikat pendidikan Khusus


Defenisi dan Jenis Kebutuhan Khusus

Kebutuhan khusus terjadi karena peserta didik mengalami kelainan yang signifikan dari kondisi normal sehingga anak atau peserta didik ini memerlukan bantuan khusus, yang disebut sebagai kebutuhan khusus. Anak berkebutuhan khusus (ABK) adalah anak yang karena kelainan yang dimilikinya memerlukan bantuan khusus dalam pembelajaran agar mampu mengembangkan potensinya secara optimal. 

Kelainan tersebut dapat berada di bawah normal, dapat juga di atas normal, sehinggasebagai dampaknya, diperlukan pengaturan khusus dalam pelayanan pendidikan. 

Jenis kelainan yang dialami peserta didik dapat dikelompokkan berdasarkan bidang yang mengalami kelainan dan dapat pula berdasarkan arah kelainan tersebut. Berdasarkan bidang kelainan dikenal kelainan dalam kemampuan (anak berbakat dan anak tunagrahita), kelainan karena hambatan sensori (indra), anak berkesulitan belajar dan mengalami gangguan komunikasi, kelainan perilaku, dan kelainan ganda. Berdasarkan arah kelainan, dikenal kelainan di atas normal yaitu anak berbakat, dan kelainan di bawah normal yang terdiri dari tunanetra, tunarungu, gangguan komunikasi, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, anak berkesulitan belajar, dan tunaganda.


Penyebab dan Dampak Munculnya Kebutuhan Khusus

Penyebab kelainan dapat dikelompokkan berdasarkan masa   munculnya kelainan tersebut dan agen pembawanya. Berdasarkan masa kemunculan, ada 3 jenis penyebab, yaitu penyebab prenatal, perinatal, dan postnatal. Berdasarkan agen pembawa kelainan, pada dasarnya penyebabnya dapat dibagi 2, yaitu penyebab bawaan (turunan) dan penyebab dapatan. Penyebab dapatan yang dikaitkan dengan kelainan tertentu, banyak jenisnya, seperti infeksi, penyakit tertentu, kekurangan gizi, gangguan metabolisme, kecelakaan, dan lingkungan. Dampak kelainan bagi anak, keluarga, dan masyarakat bervariasi sesuai dengan latar belakang budaya, pendidikan, dan status sosial ekonomi. Bagi anak, kelainan akan mempengaruhi perkembangannya dan berdampak selama hidupnya. Intensitas dampak ini dipengaruhi pula oleh jenis dan tingkat kelainan yang diderita, serta masa munculnya kelainan. Bagi keluarga, dampak kelainan bervariasi, namun pada umumnya keluarga merasa shock dan tidak siap menerima kelainan (khususnya yang di bawah normal) yang diderita oleh anaknya. Adanya ABKABK dalam keluarga dan masyarakat membuat keluarga dan masyarakat menyediakan layanan dan fasilitas yang dibutuhkan oleh ABK tersebut.


Kebutuhan serta Hak dan Kewajiban Anak Berkebutuhan Khusus

      Pada dasarnya, kebutuhan penyandang kelainan dapat dikelompok-kan menjadi 3, yaitu kebutuhan fisik/kesehatan, kebutuhan sosial-emosional, dan kebutuhan pendidikan. Kebutuhan fisik/kesehatan berkaitan dengan sarana/fasilitas yang dibutuhkan yang berkaitan, dengan kondisi fisik/kesehatan penyandang kelainan, seperti tongkat, alat bantu dengar, lift atau jalan miring sebagai pengganti tangga dan pelayanan kesehatan secara khusus. Kebutuhan sosial emosional berkaitan dengan bantuan yang diperlukan oleh penyandang kelainan dalam berinteraksi dengan lingkungan, terutama ketika menghadapi masa-masa penting dalam hidup, seperti masa remaja, masa perkawinan atau mempunyai bayi, sedangkan kebutuhan pendidikan berkaitan dengan bantuan pendidikan khusus yang diperlukan sesuai dengan jenis kelainan. Para penyandang kelainan mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan warga negara lainnya, yaitu hak untuk mendapat pendidikan, jaminan sosial, menggunakan fasilitas umum, serta mendapat pekerjaan. Khusus untuk hak mendapatkan pendidikan, konferensi dunia menerbitkan kerangka kerja yang antara lainmenekankan agar sekolah biasa siap menerima ABK dengan menyediakan layanan pendidikan yang berfokus pada siswa. Para penyandang kelainan mempunyai kewajiban mengikuti pendidikan dasar, menghormati hak orang lain, menaati aturan/undang-undang yang berlaku, menjunjung tinggi bangsa dan negara, serta ikut serta membela dan membangun bangsa dan negara.







Modul 2. Hakikat Pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)


Pengertian Pelayanan Pendidikan dan Sejarah Perkembangan Pendidikan Khusus di Indonesia

 Makna Pelayanan Pendidikan : “Penyediaan jenis layanan yang sesuai dgn kebutuhan yg dilayani sehingga memungkinkan seseorang mengembangkan potensi dirinya”. 

Jenis Pelayanan Pendidikan Bagi ABK yaitu : - Layanan pendidikan bidang kesehatan dan fisik. - Layanan pendidikan yang berkaitan dengan kebutuhan emosional sosial. - Layanan pendidikan yang berkaitan langsung degan kebutuhan pendidikan.

Sejarah Perkembangan Layanan Pendidikan Khusus: 

A. Di Luar Negeri: Abad ke-16 di Spanyol : berhasil dididiknya seorang tuna rungu sejak lahir, Tahun 1817 di Connecticut, USA : didirikannya sekolah untuk anak tuna rungu wicara, Tahun 1831 di Watertown, USA : didirikannya sekolah untuk tuna netra.

B. Di Indonesia : - Tahun 1901 di Bandung : didirikan-nya Institut untuk Tuna netra. - Tahun 1927 di Bandung : didirikannya SLB untuk Tuna grahita. - Tahun 1991 mulai banyak didirikan SLB di Jawa, mulai dari SLB A sampai SLB G.


Berbagai Bentuk dan Jenis Layanan Pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Bentuk Layanan Pendidikan Khusus: 

a. Layanan Pendidikan Segregasi : bentuk layanan pendidikan yang memisahkan ABK dari anak normal. Jadi ABK dan anak normal mempunyai sekolah sendiri-sendiri. 

b. Layanan Pendidikan Integrasi atau Terpadu : bentuk layanan pendidikan dimana ABK dan anak normal bersekolah di sekolah yang sama.  

c. Layanan Pendidikan Inklusi : yaitu setiap anak diakui sebagai bagian dari anak-anak yang lain yang ada dalam satu sekolah, artinya tanpa memandang tingkat kelainan yang disandang mereka bisa sekolah di sekolah biasa yang terdekat dari rumahnya.

         Jenis Pelayanan Pendidikan Khusus yaitu: Layanan di sekolah biasa, Sekolah biasa dengan Guru Konsultan, Sekolah biasa dengan Guru Kunjung, Model ruang sumber, Model kelas khusus, Model sekolah khusus siang hari, dan Model sekolah dalam Panti Asuhan atau Rumah Sakit.

         Pendekatan Kolaboratif dalam Pelayanan Pendidikan ABK “Bahwa pelayanan pendidikan untuk ABK pada hakikatnya tidak mungkin dilakukan oleh satu orang, melainkan oleh satu tim yang bekerjasama utk memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi ABK”.

Komentar